Qadar: Arti dan Makna dalam Bahasa

Halo Selamat Datang di sekolahpenerbangan.co.id

Halo, para pembaca setia sekolahpenerbangan.co.id. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas topik yang sangat penting dan mendasar dalam ajaran Islam, yaitu qadar. Qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Namun, tahukah Anda apa arti qadar menurut bahasa? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang arti dan makna qadar dalam bahasa.

Pendahuluan

Qadar dalam bahasa Arab memiliki arti “ketetapan” atau “ukuran”. Dalam konteks agama Islam, qadar merujuk pada ketetapan atau ukuran yang ditetapkan oleh Allah SWT terhadap segala sesuatu di alam semesta, baik yang terjadi di masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang. Qadar tidak hanya meliputi peristiwa-peristiwa besar, tetapi juga setiap detail kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga kematian.

Kepercayaan kepada qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam Islam. Kelima rukun iman lainnya adalah: beriman kepada Allah SWT, beriman kepada para malaikat, beriman kepada kitab-kitab suci, beriman kepada para nabi dan rasul, dan beriman kepada hari akhir.

Kepercayaan kepada qadar memiliki implikasi yang besar terhadap kehidupan seorang muslim. Orang yang beriman kepada qadar akan senantiasa yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan pengaturan Allah SWT. Hal ini akan menimbulkan sikap tawakal dan ridha dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang menimpa.

Etimologi Qadar

Secara etimologis, kata qadar berasal dari bahasa Arab “qadara” yang artinya “mengukur” atau “menetapkan”. Dalam konteks agama Islam, qadar diartikan sebagai ketetapan atau ukuran yang ditetapkan oleh Allah SWT terhadap segala sesuatu di alam semesta. Qadar juga dapat diartikan sebagai “takdir” atau “nasib”, tetapi dalam pengertian yang lebih luas.

Dalam bahasa Indonesia, kata qadar sering diterjemahkan menjadi “takdir” atau “nasib”. Namun, perlu diingat bahwa makna qadar dalam bahasa Arab lebih luas dan tidak hanya merujuk pada nasib atau takdir manusia semata.

Qadar dalam Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, qadar memiliki arti yang sangat penting. Qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Kepercayaan kepada qadar merupakan bagian dari keimanan kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana.

Menurut ajaran Islam, qadar tidak bertentangan dengan kehendak bebas manusia. Allah SWT memang telah menetapkan segala sesuatu, tetapi manusia tetap memiliki kebebasan untuk memilih dan bertindak sesuai dengan kehendaknya. Kebebasan manusia ini disebut dengan “iradah” atau “kehendak”.

Kelebihan Qadar Menurut Bahasa

Terdapat beberapa kelebihan qadar menurut bahasa, di antaranya:

  1. Qadar memberikan ketenangan hati dan pikiran karena mengetahui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan pengaturan Allah SWT.
  2. Qadar mendorong manusia untuk bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya, serta sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.
  3. Qadar membantu manusia untuk memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta memiliki tujuan dan hikmahnya.
  4. Qadar menumbuhkan sikap tawakal dan ridha dalam menghadapi segala takdir yang menimpa.

Kekurangan Qadar Menurut Bahasa

Selain kelebihan, qadar juga memiliki beberapa kekurangan menurut bahasa, antara lain:

  1. Qadar dapat menyebabkan fatalisme dan sikap pasif dalam menyikapi kehidupan.
  2. Qadar dapat digunakan untuk membenarkan kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi di dunia.
  3. Qadar dapat menimbulkan keraguan dan kebingungan bagi orang-orang yang belum memahami konsepnya dengan benar.
  4. Qadar dapat disalahartikan sebagai takdir yang tidak dapat diubah, sehingga membuat manusia menjadi tidak bersemangat untuk berusaha.

Tabel Arti Qadar Menurut Bahasa

| Bahasa | Arti |
|—|—|
| Arab | Qadara |
| Indonesia | Mengukur, menetapkan |
| Urdu | Taqdir |
| Inggris | Fate, destiny |
| Prancis | Destin, fatalité |
| Jerman | Schicksal, Bestimmung |

FAQ Tentang Qadar

  1. Apakah qadar dan takdir itu sama?

    Tidak, qadar dan takdir memiliki makna yang berbeda. Qadar adalah ketetapan Allah SWT terhadap segala sesuatu, sedangkan takdir adalah perjalanan atau nasib yang akan dialami oleh setiap manusia.

  2. Apakah manusia memiliki kehendak bebas?

    Ya, manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih dan bertindak sesuai dengan kehendaknya. Kebebasan manusia ini disebut dengan “iradah” atau “kehendak”.

  3. Apakah qadar bertentangan dengan ajaran Islam?

    Tidak, qadar tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kepercayaan kepada qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim.

  4. Mengapa Allah SWT menetapkan qadar?

    Allah SWT menetapkan qadar hikmahnya, antara lain untuk menguji manusia, memberikan pelajaran, dan mengatur alam semesta.

Kesimpulan

Qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam Islam. Kepercayaan kepada qadar memiliki implikasi yang besar terhadap kehidupan seorang muslim. Orang yang beriman kepada qadar akan senantiasa yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan pengaturan Allah SWT. Hal ini akan menimbulkan sikap tawakal dan ridha dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang menimpa.

Qadar menurut bahasa artinya “ketetapan” atau “ukuran”. Qadar memberikan ketenangan hati dan pikiran karena mengetahui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan pengaturan Allah SWT. Qadar juga mendorong manusia untuk bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya, serta sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Namun, penting untuk memahami konsep qadar dengan benar. Qadar tidak bertentangan dengan kehendak bebas manusia. Selain itu, qadar tidak boleh digunakan untuk membenarkan kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi di dunia. Dengan memahami konsep qadar dengan benar, kita dapat menjalani hidup dengan ketenangan hati dan pikiran, serta selalu berserah diri kepada Allah SWT.

Kata Penutup

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang qadar menurut bahasa. Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan dan menambah wawasan bagi para pembaca. Ingatlah selalu bahwa qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam Islam. Kepercayaan kepada qadar akan memberikan ketenangan hati dan pikiran, serta mendorong kita untuk selalu bersyukur dan sabar dalam menghadapi segala cobaan yang menimpa. Mari kita jadikan qadar sebagai pelajaran berharga untuk menjalani hidup dengan lebih baik.