Pengertian Pernikahan dalam Syariat Islam: Ikatan Sakral yang Mengikat

Halo Selamat Datang di sekolahpenerbangan.co.id

Pernikahan, suatu institusi suci dalam Islam, adalah ikatan yang mengikat dua jiwa sehati dalam tali kekeluargaan. Menurut ajaran Islam, pernikahan tidak hanya menyatukan sepasang manusia, tetapi juga membentuk landasan bagi masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Dalam artikel ini, kita akan mengupas mendalam tentang pengertian pernikahan menurut syariat Islam beserta kelebihan dan kekurangannya.

Pendahuluan

Pernikahan dalam Islam memiliki definisi yang jelas dan komprehensif, yang menjadikannya pilar utama dalam kehidupan bermasyarakat. Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW menjadi rujukan utama dalam memahami konsep pernikahan ini.

Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 3, pernikahan didefinisikan sebagai perjanjian (mitsaqan ghalizhan) yang berat dan sakral. Perjanjian ini bukan hanya ikatan di antara dua manusia, tetapi juga antara mereka dengan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keseriusan dan pentingnya institusi pernikahan dalam pandangan Islam.

Rasulullah SAW dalam haditsnya juga menjelaskan bahwa pernikahan adalah separuh agama. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pernikahan merupakan bagian integral dari ajaran Islam dan memainkan peran penting dalam kesempurnaan iman seseorang.

Dengan memahami definisi dan tujuan pernikahan yang telah diuraikan, kita dapat mengapresiasi betapa suci dan berharganya ikatan pernikahan dalam pandangan Islam.

Jenis-jenis Pernikahan dalam Islam

Dalam syariat Islam, terdapat beberapa jenis pernikahan yang diakui dan memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis pernikahan tersebut:

Pernikahan Nikah Mutah

Nikah Mutah adalah jenis pernikahan sementara yang dilakukan dengan jangka waktu tertentu dan mas kawin yang telah disepakati. Jenis pernikahan ini tidak dianjurkan dalam Islam dan dianggap tidak sah oleh sebagian besar ulama.

Pernikahan Nikah Misyar

Nikah Misyar adalah jenis pernikahan di mana suami memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada istri, tetapi tidak tinggal serumah dengannya. Jenis pernikahan ini juga tidak dianjurkan dalam Islam, karena bertentangan dengan tujuan utama pernikahan.

Pernikahan Nikah Ta’liq

Nikah Ta’liq adalah jenis pernikahan yang sah secara syariat, tetapi terdapat syarat atau ketentuan tertentu yang harus dipenuhi. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka pernikahan menjadi batal.

Pernikahan Nikah Istihla’

Nikah Istihla’ adalah jenis pernikahan yang dilakukan untuk menghalalkan seorang perempuan yang telah berzina. Jenis pernikahan ini hanya sah jika dilakukan dengan syarat-syarat tertentu, seperti adanya pengakuan zina dari perempuan tersebut.

Rukun dan Syarat Pernikahan dalam Islam

Agar suatu pernikahan dianggap sah dan sesuai dengan syariat Islam, maka harus memenuhi rukun dan syarat yang telah ditentukan. Berikut adalah rukun dan syarat tersebut:

Rukun Nikah

Ijab qabul (akad nikah)

Calon suami

Calon istri

Dua orang saksi

Syarat Nikah

Calon suami dan istri harus sama-sama ridha

Calon suami dan istri sudah mencapai usia nikah dan berakal

Tidak ada halangan syari yang menghalangi pernikahan

Kelebihan Pernikahan dalam Syariat Islam

Pernikahan dalam Islam memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya institusi yang sangat dianjurkan. Beberapa kelebihan tersebut antara lain:

Memenuhi Fitrah Manusia

Pernikahan merupakan salah satu kebutuhan fitrah manusia yang harus dipenuhi. Dengan menikah, manusia dapat memenuhi naluri seksualnya yang merupakan kebutuhan biologis dan psikologis.

Memperoleh Keturunan

Salah satu tujuan utama pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan. Anak-anak merupakan anugerah dari Allah SWT yang memberikan kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.

Membentuk Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

Pernikahan yang dilandasi iman dan taqwa akan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah (samara). Keluarga yang harmonis ini menjadi lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.

Menjaga Kehormatan Diri

Pernikahan merupakan salah satu cara untuk menjaga kehormatan diri dan terhindar dari perbuatan zina. Dengan menikah, seseorang dapat menyalurkan hasrat seksualnya secara halal dan bertanggung jawab.

Meraih Pahala

Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah yang berpahala. Dengan menjalankan kewajiban sebagai suami atau istri, seseorang dapat memperoleh ganjaran pahala dari Allah SWT.

Kekurangan Pernikahan dalam Syariat Islam

Meskipun memiliki banyak kelebihan, pernikahan dalam syariat Islam juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Beberapa kekurangan tersebut antara lain:

Tanggung Jawab yang Besar

Pernikahan mengharuskan kedua belah pihak untuk memikul tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab ini mencakup penyediaan nafkah, pengasuhan anak, dan pemenuhan kebutuhan emosional pasangan.

Konflik dan Perselisihan

Pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Konflik dan perselisihan sering kali terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Konflik ini dapat disebabkan oleh perbedaan karakter, masalah keuangan, atau faktor eksternal lainnya.

Perceraian

Dalam kondisi tertentu, perceraian dapat menjadi jalan keluar dari pernikahan yang bermasalah. Namun, perceraian dalam Islam merupakan hal yang dibenci dan hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat.

Tabel Pengertian Pernikahan Menurut Syariat Islam

Aspek Penjelasan
Definisi Ikatan sakral yang mengikat dua jiwa sehati dalam tali kekeluargaan.
Tujuan Memenuhi fitrah manusia, memperoleh keturunan, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, menjaga kehormatan diri, dan meraih pahala.
Rukun Ijab qabul (akad nikah), calon suami, calon istri, dua orang saksi.
Syarat Calon suami dan istri harus sama-sama ridha, calon suami dan istri sudah mencapai usia nikah dan berakal, tidak ada halangan syari yang menghalangi pernikahan.
Jenis Nikah Mutah, Nikah Misyar, Nikah Ta’liq, Nikah Istihla’
Kelebihan Memenuhi fitrah manusia, memperoleh keturunan, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, menjaga kehormatan diri, meraih pahala.
Kekurangan Tanggung jawab yang besar, konflik dan perselisihan, perceraian.

FAQ

  1. Apa itu pernikahan dalam Islam?
  2. Pernikahan dalam Islam adalah ikatan sakral yang mengikat dua jiwa sehati dalam tali kekeluargaan, berdasarkan perjanjian yang berat dan sakral.

  3. Apa tujuan pernikahan dalam Islam?
  4. Pernikahan dalam Islam bertujuan untuk memenuhi fitrah manusia, memperoleh keturunan, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, menjaga kehormatan diri, dan meraih pahala.

  5. Apa saja rukun dan syarat pernikahan dalam Islam?
  6. Rukun pernikahan meliputi ijab qabul (akad nikah), calon suami, calon istri, dan dua orang saksi. Syarat pernikahan meliputi kerelaan calon suami dan istri, usia nikah dan akal sehat, serta tidak adanya halangan syari.

  7. Apa saja jenis-jenis pernikahan dalam Islam?
  8. Jenis-jenis pernikahan dalam Islam antara lain Nikah Mutah, Nikah Misyar, Nikah Ta’liq, dan Nikah Istihla’.

  9. Apa saja kelebihan pernikahan dalam Islam?
  10. Kelebihan pernikahan dalam Islam meliputi memenuhi fitrah manusia, memperoleh keturunan, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, menjaga kehormatan diri, dan meraih pahala.

  11. Apa saja kekurangan pernikahan dalam Islam?
  12. Kekurangan pernikahan dalam Islam meliputi tanggung jawab yang besar, konflik dan perselisihan, dan perceraian.

  13. Apakah pernikahan dalam Islam selalu diwajibkan?
  14. Tidak, pernikahan dalam Islam tidak selalu diwajibkan. Namun, bagi yang mampu dan berkeinginan, sangat dianjurkan untuk menikah.

  15. Apakah pernikahan dalam Islam dapat dibatalkan?
  16. Ya, pernikahan dalam Islam dapat dibatalkan jika tidak memenuhi rukun dan syarat yang telah ditentukan, atau jika terjadi hal-hal yang membatalkan pernikahan, seperti murtad atau melakukan perbuatan zina.

  17. Bagaimana cara memilih pasangan yang tepat dalam Islam?
  18. Dalam Islam, memilih pasangan yang tepat didasarkan pada kriteria agama, akhlak