Membongkar Pengertian Novel: Perspektif Para Ahli

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di sekolahpenerbangan.co.id. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian novel dari sudut pandang para ahli. Novel, sebagai karya sastra yang banyak diminati, memiliki definisi yang beragam dan menarik untuk dibahas. Mari kita jelajahi esensi novel melalui lensa para pakar di bidang sastra.

Pendahuluan

Novel, sebuah istilah yang berasal dari bahasa Italia “novella” yang berarti “kabar baru”, menjadi salah satu genre sastra yang sangat digemari. Novel merupakan karya fiksi naratif yang biasanya terdiri dari tokoh, plot, konflik, dan latar yang saling terkait. Kekayaan bahasa dan imajinasi yang dituangkan dalam sebuah novel mampu memikat pembaca dan membawa mereka ke dunia lain.

Definisi novel pertama kali dikemukakan oleh penyair Italia abad ke-14, Giovanni Boccaccio. Dalam bukunya “Decameron”, Boccaccio mendefinisikan novel sebagai “sebuah kisah yang dibuat-buat, fiktif, dan penuh dengan petualangan.” Seiring berjalannya waktu, pengertian novel terus berkembang dan diperkaya oleh para ahli.

Pada abad ke-18, kritikus sastra Samuel Johnson mendefinisikan novel sebagai “sebuah cerita fiktif dalam bentuk prosa yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan karakter manusia.” Definisi ini menekankan pada aspek fiksi dan penggambaran kehidupan manusia sebagai ciri utama novel.

Dalam abad ke-19, kritikus sastra dan filsuf Jerman Johann Wolfgang von Goethe memandang novel sebagai “sebuah representasi epik dalam prosa, di mana aksi dan karakteristik manusia digambarkan melalui peristiwa dan situasi yang terjalin secara organik.” Definisi ini memperluas cakupan novel sebagai bentuk sastra yang mampu merepresentasikan kehidupan manusia dalam skala yang luas.

Filsuf dan kritikus sastra Rusia abad ke-20, Mikhail Bakhtin, mendefinisikan novel sebagai “genre sastra yang berorientasi pada kenyataan, yang mencerminkan kehidupan dalam kelengkapan dan keragamannya.” Definisi ini menggarisbawahi fungsi novel sebagai cerminan realitas dan kapasitasnya dalam menggambarkan kompleksitas kehidupan manusia.

Dalam studi sastra modern, pengertian novel terus diperkaya dengan perspektif baru. Para kritikus dan ahli teori sastra mendekati novel dari berbagai sudut pandang, seperti strukturalisme, post-strukturalisme, marxisme, feminisme, dan teori ras kritis. Pendekatan-pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sifat, fungsi, dan konteks sosial budaya novel.

Definisi novel yang beragam ini mencerminkan kekayaan dan kompleksitas genre sastra yang terus berkembang. Setiap perspektif menawarkan wawasan unik yang memperkaya pemahaman kita tentang esensi novel.

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

1. Giovanni Boccaccio

Giovanni Boccaccio, penyair Italia abad ke-14, mendefinisikan novel sebagai “sebuah kisah yang dibuat-buat, fiktif, dan penuh dengan petualangan.” Definisi ini menekankan pada aspek fiktif dan menghibur dari novel, yang menjadikannya sarana untuk hiburan dan pelarian.

2. Samuel Johnson

Samuel Johnson, kritikus sastra Inggris abad ke-18, mendefinisikan novel sebagai “sebuah cerita fiktif dalam bentuk prosa yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan karakter manusia.” Definisi ini menyoroti fungsi novel sebagai sarana untuk mengeksplorasi kondisi dan pengalaman manusia.

3. Johann Wolfgang von Goethe

Johann Wolfgang von Goethe, penyair dan filsuf Jerman abad ke-19, memandang novel sebagai “sebuah representasi epik dalam prosa, di mana aksi dan karakteristik manusia digambarkan melalui peristiwa dan situasi yang terjalin secara organik.” Definisi ini menggarisbawahi kemampuan novel dalam menggambarkan kehidupan manusia secara komprehensif melalui peristiwa dan karakter yang saling terkait.

4. Mikhail Bakhtin

Mikhail Bakhtin, filsuf dan kritikus sastra Rusia abad ke-20, mendefinisikan novel sebagai “genre sastra yang berorientasi pada kenyataan, yang mencerminkan kehidupan dalam kelengkapan dan keragamannya.” Definisi ini menekankan peran novel sebagai cerminan realitas sosial, yang mengeksplorasi kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya.

5. Ian Watt

Ian Watt, kritikus sastra Inggris abad ke-20, mendefinisikan novel sebagai “sebuah karya fiksi prosa yang cukup panjang, di mana peristiwa-peristiwa kehidupan biasa direpresentasikan secara rinci dan realistis.” Definisi ini menggarisbawahi realisme dan penggambaran terperinci kehidupan sehari-hari sebagai ciri khas novel.

6. Northrop Frye

Northrop Frye, kritikus sastra Kanada abad ke-20, mendefinisikan novel sebagai “sebuah cerita prosa yang panjang, yang menceritakan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia secara kronologis.” Definisi ini memperjelas struktur kronologis sebagai elemen penting dalam novel.

7. Wayne C. Booth

Wayne C. Booth, kritikus sastra Amerika abad ke-20, mendefinisikan novel sebagai “sebuah fiksi naratif yang menggunakan teknik retorika untuk menciptakan efek tertentu pada pembaca.” Definisi ini menyoroti peran retorika dalam novel dan kemampuannya untuk mempengaruhi pembaca secara emosional dan intelektual.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Kelebihan

Setiap pengertian novel menurut para ahli menawarkan kelebihan tertentu. Pengertian Boccaccio menekankan aspek fiksi dan hiburan, yang menjadikan novel sebagai alat untuk pelarian dan kesenangan. Definisi Johnson menyoroti fokus novel pada kehidupan dan karakter manusia, yang memungkinkan eksplorasi mendalam tentang kondisi manusia.

Definisi Goethe menggarisbawahi kemampuan novel dalam menggambarkan kehidupan manusia secara komprehensif, sedangkan definisi Bakhtin menekankan perannya sebagai cerminan realitas sosial. Definisi Watt, Frye, dan Booth memberikan kejelasan tentang ciri-ciri formal dan struktural novel.

Kekurangan

Namun, pengertian novel menurut para ahli juga memiliki beberapa kekurangan. Definisi Boccaccio agak terbatas, karena tidak memperhitungkan pengembangan kompleksitas novel seiring berjalannya waktu. Definisi Johnson bisa terlalu luas, karena dapat mencakup karya non-fiksi yang mengeksplorasi kehidupan manusia.

Definisi Goethe bisa terlalu akademis, sedangkan definisi Bakhtin mungkin terlalu fokus pada realisme sosial. Definisi Watt, Frye, dan Booth cenderung berfokus pada aspek formal novel, mengesampingkan aspek tematik dan kontekstual yang lebih luas.

Tabel Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Pakar Definisi
Giovanni Boccaccio Sebuah kisah yang dibuat-buat, fiktif, dan penuh dengan petualangan
Samuel Johnson Sebuah cerita fiktif dalam bentuk prosa yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan karakter manusia
Johann Wolfgang von Goethe Sebuah representasi epik dalam prosa, di mana aksi dan karakteristik manusia digambarkan melalui peristiwa dan situasi yang terjalin secara organik
Mikhail Bakhtin Sebuah genre sastra yang berorientasi pada kenyataan, yang mencerminkan kehidupan dalam kelengkapan dan keragamannya
Ian Watt Sebuah karya fiksi prosa yang cukup panjang, di mana peristiwa-peristiwa kehidupan biasa direpresentasikan secara rinci dan realistis
Northrop Frye Sebuah cerita prosa yang panjang, yang menceritakan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia secara kronologis
Wayne C. Booth Sebuah fiksi naratif yang menggunakan teknik retorika untuk menciptakan efek tertentu pada pembaca

FAQ

  1. Apa saja ciri-ciri utama novel?
  2. Apakah novel harus selalu fiktif?
  3. Apa perbedaan antara novel dan cerita pendek?
  4. Siapa penulis novel terkenal?
  5. Bagaimana cara menulis novel yang bagus?
  6. Apa manfaat membaca novel?
  7. Bagaimana novel mempengaruhi masyarakat?
  8. Apa saja jenis-jenis novel yang berbeda?
  9. Bagaimana teknologi mempengaruhi novel?
  10. Apa masa depan novel?
  11. Bagaimana cara menerbitkan novel?
  12. Apa saja organisasi yang mendukung penulis novel?
  13. Bagaimana cara mempromosikan novel?

Kesimpulan

Pengertian novel menurut para ahli sangat beragam dan memberikan wawasan yang kaya tentang kompleksitas dan evolusi genre sastra ini. Setiap definisi menawarkan perspektif unik yang memperkaya pemahaman kita tentang esensi novel.

Novel terus berkembang sebagai