Pengertian Norma Menurut Para Ahli

Halo selamat datang di sekolahpenerbangan.co.id

Dalam kehidupan bermasyarakat, norma memegang peranan penting dalam mengatur perilaku individu dan menciptakan ketertiban. Norma merupakan pedoman atau aturan yang mengatur perilaku sosial yang diterima dan diharapkan dalam suatu masyarakat. Berikut ini adalah pengertian norma menurut para ahli:

Pendahuluan

Norma merupakan bagian integral dari kehidupan bermasyarakat yang berfungsi untuk mengatur interaksi sosial, menciptakan ketertiban, dan memelihara harmoni. Norma-norma ini berkembang seiring waktu dan terbentuk melalui proses sosial dan budaya yang kompleks. Dalam konteks sosiologi dan antropologi, norma dipandang sebagai pedoman perilaku yang dianut oleh anggota suatu kelompok atau masyarakat yang dipatuhi dan ditegakkan melalui mekanisme sosial seperti sanksi positif dan negatif.

Pemahaman tentang norma penting karena memungkinkan kita memahami dan memprediksi perilaku manusia dalam berbagai situasi sosial. Norma memberikan kerangka kerja untuk interaksi yang dapat diterima dan diharapkan, membantu membentuk identitas individu, dan memfasilitasi kerja sama dan kohesi sosial.

Pengertian Norma Menurut Para Ahli

  1. Emile Durkheim

    Durkheim mendefinisikan norma sebagai fakta sosial eksternal yang bersifat koersif, atau memaksa individu untuk mematuhinya. Norma-norma ini eksis di luar kesadaran individu dan memaksakan diri pada mereka melalui sanksi sosial.

  2. Max Weber

    Weber melihat norma sebagai aturan yang mengatur perilaku sosial. Norma-norma ini bersifat subjektif dan dianut secara internal oleh individu, dilegitimasi melalui kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut bersama.

  3. Talcott Parsons

    Parsons berpendapat bahwa norma adalah elemen penting dari sistem sosial yang membantu menjaga ketertiban dan keseimbangan. Norma-norma ini menyediakan pola perilaku yang dapat diprediksi, memfasilitasi koordinasi, dan memungkinkan masyarakat berfungsi secara efektif.

  4. Robert Merton

    Merton mengidentifikasi dua jenis norma: norma ideal, yang mewakili nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam suatu masyarakat, dan norma nyata, yang mencerminkan perilaku aktual individu dalam situasi sosial yang sebenarnya.

  5. Erving Goffman

    Goffman berfokus pada norma-norma interaksi, atau aturan tidak tertulis yang mengatur perilaku individu dalam situasi sosial tertentu. Norma-norma ini membantu mengelola kesan diri dan memfasilitasi interaksi yang lancar.

  6. Clifford Geertz

    Geertz menekankan sifat simbolis dari norma, melihatnya sebagai sistem makna yang memberikan makna pada perilaku manusia dalam konteks budaya tertentu.

  7. Pierre Bourdieu

    Bourdieu melihat norma sebagai bentuk “modal budaya” yang dimiliki oleh individu yang berasal dari kelas sosial tertentu. Norma-norma ini memberikan keuntungan dan kesempatan yang tidak setara, berkontribusi pada reproduksi ketimpangan sosial.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Norma Menurut Para Ahli

  1. Emile Durkheim

    Kelebihan:

    • Menekankan sifat koersif norma dan pengaruhnya pada perilaku individu.
    • Menyebarkan pentingnya norma dalam menjaga ketertiban sosial.

    Kekurangan:

    • Mengabaikan aspek subjektif norma dan kepatuhan sukarela.
    • Terlalu fokus pada sanksi negatif dan mengabaikan peran norma positif dalam membentuk perilaku.
  2. Max Weber

    Kelebihan:

    • Menekankan peran nilai dan kepercayaan dalam membentuk norma.
    • Menyoroti pentingnya legitimasi dalam penerimaan norma.

    Kekurangan:

    • Tidak jelas bagaimana norma diinternalisasi dan bagaimana mereka memengaruhi perilaku.
    • Terlalu fokus pada individu dan mengabaikan pengaruh konteks sosial pada norma.
  3. Talcott Parsons

    Kelebihan:

    • Menekankan hubungan antara norma dan sistem sosial.
    • Menyoroti peran norma dalam menjaga keseimbangan dan integrasi sosial.

    Kekurangan:

    • Menganggap norma sebagai statis dan tidak berubah.
    • Mengabaikan peran konflik dan deviasi dalam membentuk norma.
  4. Robert Merton

    Kelebihan:

    • Membedakan norma ideal dan norma nyata, mengakui kesenjangan antara nilai dan perilaku.
    • Menekankan pentingnya kesesuaian antara norma dan struktur sosial.

    Kekurangan:

    • Mengabaikan peran norma dalam membentuk nilai dan struktur sosial.
    • Tidak mempertimbangkan variasi budaya dan kontekstual dalam norma.
  5. Erving Goffman

    Kelebihan:

    • Menekankan peran interaksi dan situasi tertentu dalam membentuk norma.
    • Menyoroti pentingnya kesan diri dan manajemen citra dalam kepatuhan norma.

    Kekurangan:

    • Terlalu fokus pada interaksi mikro dan mengabaikan konteks sosial yang lebih luas.
    • Tidak mempertimbangkan bagaimana norma-norma interaksi dibentuk dan dipelihara.
  6. Clifford Geertz

    Kelebihan:

    • Membawa perspektif simbolis pada pemahaman norma.
    • Menekankan peran budaya dalam membentuk makna perilaku.

    Kekurangan:

    • Sulit untuk mengoperasionalkan konsep makna dan simbol dalam penelitian empiris.
    • Mengabaikan aspek material dan struktural dari norma.
  7. Pierre Bourdieu

    Kelebihan:

    • Mempengaruhi hubungan antara norma dan ketimpangan sosial.
    • Menyoroti peran reproduksi budaya dalam membentuk norma.

    Kekurangan:

    • Terlalu deterministik dan mengabaikan agensi individu.
    • Sulit untuk mengukur modal budaya dan pengaruhnya pada perilaku.

    Tabel: Ringkasan Pengertian Norma Menurut Para Ahli

    Ahli Pengertian Kelebihan Kekurangan
    Emile Durkheim Fakta sosial eksternal yang memaksa Menekankan sifat koersif norma, ketertiban sosial Mengabaikan kepatuhan sukarela, fokus pada sanksi negatif
    Max Weber Aturan yang mengatur perilaku sosial, dilegitimasi melalui kepercayaan Menekankan peran nilai, legitimasi Tidak jelas bagaimana norma diinternalisasi, fokus pada individu
    Talcott Parsons Elemen penting sistem sosial, menjaga keseimbangan Menekankan hubungan norma-sistem sosial, integrasi Menganggap norma statis, mengabaikan konflik
    Robert Merton Norma ideal dan nyata, kesesuaian nilai-perilaku Membedakan norma, kesesuaian Mengabaikan norma dalam membentuk nilai, struktur sosial
    Erving Goffman Norma interaksi, kesan diri dalam situasi interaksi Menekankan interaksi, manajemen citra Fokus pada interaksi mikro, mengabaikan konteks
    Clifford Geertz Sistem makna yang memberikan makna perilaku Perspektif simbolis, makna budaya Sulit dioperasionalkan, mengabaikan aspek material
    Pierre Bourdieu Bentuk modal budaya, ketimpangan sosial Relasi norma-ketimpangan, reproduksi budaya Terlalu deterministik, sulit mengukur modal budaya

    FAQ

    1. Apa yang dimaksud dengan norma?