Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama: Wajib atau Sunah?

Halo selamat datang di sekolahpenerbangan.co.id. Berqurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Namun, di antara para ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum berqurban. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum berqurban adalah wajib, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa hukumnya hanyalah sunah.

Pendahuluan

Qurban merupakan ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak tertentu pada hari raya Idul Adha atau hari Tasyrik. Ibadah ini memiliki sejarah panjang dalam agama Islam, yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Dalam Al-Qur’an, perintah berqurban disebutkan dalam beberapa ayat, seperti pada surat Al-Kautsar ayat 2 dan surat Al-Hajj ayat 34. Namun, tidak ada ayat yang secara eksplisit menjelaskan hukum berqurban, apakah wajib atau sunah.

Perbedaan pendapat mengenai hukum berqurban ini telah menjadi perdebatan di kalangan ulama selama berabad-abad. Masing-masing pihak memiliki dalil dan argumen yang kuat untuk mendukung pendapatnya.

Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Jumhur ulama, yang terdiri dari mayoritas ulama dari berbagai mazhab, berpendapat bahwa hukum berqurban adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan dan mendekati wajib.

Pendapat ini didasarkan pada beberapa dalil, antara lain:

  • Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 34, yang menganjurkan umat Islam untuk berqurban dan menyebutnya sebagai “sunnah Ibrahim”.
  • Hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Barangsiapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad)

Kelebihan Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Menurut jumhur ulama, ada beberapa kelebihan berqurban, antara lain:

  1. Menjalankan sunnah Nabi Ibrahim AS dan para nabi sebelumnya.
  2. Menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, terutama nikmat kesehatan dan kesejahteraan.
  3. Mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
  4. Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara umat Islam.
  5. Membantu kaum yang membutuhkan.
  6. Meraih ridha Allah SWT.
  7. Menjadi penebus dosa bagi yang berqurban dan orang tuanya.

Kekurangan Berqurban Menurut Jumhur Ulama

Selain kelebihan, berqurban menurut jumhur ulama juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  1. Memerlukan biaya yang cukup besar, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
  2. Hewan qurban yang tidak memenuhi syarat tidak akan diterima ibadah qurbannya.
  3. Proses penyembelihan hewan qurban dapat menimbulkan masalah jika tidak dilakukan dengan benar.
  4. Pembagian daging qurban yang tidak merata dapat menyebabkan kecemburuan sosial.
  5. Sisa-sisa hewan qurban yang tidak terurus dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Syarat Berqurban

Menurut jumhur ulama, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar ibadah qurban dapat diterima, yaitu:

  • Orang yang berqurban beragama Islam dan berakal sehat.
  • Hewan qurban berupa hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba.
  • Hewan qurban memenuhi syarat sah hewan qurban, seperti sehat, tidak cacat, dan telah mencapai umur tertentu.
  • Qurban dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada hari raya Idul Adha atau hari Tasyrik.
  • Qurban dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.
  • Waktu Berqurban

    Menurut jumhur ulama, waktu berqurban adalah pada hari raya Idul Adha atau hari Tasyrik. Hari raya Idul Adha dimulai dari terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah.

    Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Berqurban pada hari Tasyrik hukumnya makruh, karena sebaiknya berqurban pada hari Idul Adha.

    Jenis-Jenis Hewan Qurban

    Menurut jumhur ulama, hewan qurban dapat berupa hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu:

    • Sapi atau kerbau harus berumur minimal 2 tahun.
    • Kambing atau domba harus berumur minimal 1 tahun.
    • Hewan qurban tidak boleh cacat atau sakit.
    • Hewan qurban harus disembelih secara syar’i.
    • Cara Penyembelihan Hewan Qurban

      Menurut jumhur ulama, penyembelihan hewan qurban harus dilakukan dengan cara yang syar’i, yaitu:

      • Hewan qurban dihadapkan ke arah kiblat.
      • Hewan qurban ditahan dengan kuat agar tidak bergerak.
      • Pisau yang digunakan tajam dan tidak boleh ditunjukkan kepada hewan qurban.
      • Penyembelih membaca basmalah dan takbir.
      • Penyembelih memotong saluran makanan, saluran pernapasan, dan dua urat nadi di leher hewan qurban.
      • Pembagian Daging Qurban

        Menurut jumhur ulama, daging qurban dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

        • Untuk orang yang berqurban.
        • Untuk keluarga dan kerabat.
        • Untuk fakir miskin.
        • Bagian yang untuk orang yang berqurban biasanya lebih banyak dari bagian lainnya, karena ia berhak mendapatkan pahala dari ibadah qurbannya.

          Tabel Informasi Hukum Berqurban Menurut Jumhur Ulama

          | Aspek | Keterangan |
          |—|—|
          | Hukum Berqurban | Sunah muakkad |
          | Dalil | Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 34, hadis Nabi Muhammad SAW |
          | Waktu Berqurban | Hari raya Idul Adha atau hari Tasyrik |
          | Hewan Qurban | Sapi, kambing, atau domba |
          | Cara Penyembelihan | Syar’i, menghadap kiblat, memotong saluran makanan, pernapasan, dan urat nadi |
          | Pembagian Daging | Untuk orang yang berqurban, keluarga, dan fakir miskin |

          FAQ

          Apakah berqurban wajib bagi semua umat Islam?
          Menurut jumhur ulama, hukum berqurban adalah sunah muakkad, bukan wajib.
          Apakah orang yang tidak mampu berqurban akan berdosa?
          Menurut jumhur ulama, orang yang tidak mampu berqurban tidak akan berdosa.
          Apakah boleh berqurban dengan patungan?
          Menurut jumhur ulama, diperbolehkan berqurban dengan patungan.
          Apakah pahala berqurban sama untuk semua hewan qurban?
          Menurut jumhur ulama, pahala berqurban berbeda-beda tergantung jenis hewan qurbannya. Sapi pahalanya lebih besar dari kambing, dan kambing pahalanya lebih besar dari domba.
          Apakah diperbolehkan berqurban dengan cara kredit?
          Menurut jumhur ulama, tidak diperbolehkan berqurban dengan cara kredit.
          Apakah daging qurban boleh dijual?
          Menurut jumhur ulama, daging qurban tidak boleh dijual.
          Apakah diperbolehkan berqurban untuk orang yang sudah meninggal?
          Menurut jumhur ulama, diperbolehkan berqurban untuk orang yang sudah meninggal.
          Apakah pahala berqurban akan sampai kepada orang yang sudah meninggal?
          Menurut jumhur ulama, pahala berqurban akan sampai kepada orang yang sudah meninggal jika diniatkan untuk mereka.